Pentingnya Pendidikan untuk Kita

Pendidikan adalah suatu proses untuk mengembangkan potensi dan mencerdaskan kita dengan pembelajaran yang diperoleh pengetahuan dan juga keterampilan. Jika dilihat, pendidikan sangat penting didalam kehidupan karena melalui pendidikan kita dapat belajar untuk menyelesaikan masalah, dapat belajar berkarakter dengan baik, dan melalui pendidikan kita dapat belajar tentang apapun, dimanapun, dan kapanpun, dengan begitu kita bisa mengimplementasikannya.

Bisa Kita lihat, bahwa jalur pendidikan di indonesia di bagi menjadi 3 yaitu, Jalur Pendidikan Formal, Jalur Pendidikan Informal, dan Jalur Pendidikan Non Formal. Namun sering sekali kita kita hanya mengetahui Jalur Pendidikan Formal dan Jalur Pendidikan Informal saja. Tetapi kita masih banyak kurangnya mengetahui tentang pendidikan non formal, jika dilihat dari ketiga jalur pendidikan ini, tiga-tiganya sangat penting dan saling melengkapi untuk masuk dalam kehidupan kita.

Apa itu Jalur Pendidikan Non Formal ?

Pendidikan non Formal Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 di definisikan sebagai jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilakukan secara berstruktur dan Berjenjang. Pendidikan Non Formal dilakukan dilakukan secara terencana maupun terancang walaupun dilaksanakannya secara fleksibel yang tujuannya untuk memenuhi sesuai dengan kebutuhan kita atau masyarakat. Menurut UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 Pasal 26 Pendidikan Non Formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai Pengganti (Memberi layanan untuk masyarakat kurang beruntung), penambah (Tambahan pengelaman belajar peserta didik/masyarakat), dan ataupun pelengkap (Menyajikan kegiatan belajar yang tidak disampaikan disekolah. Yang telah kita ketahui melalui Azas PNF yaitu, pendidikan non formal termasuk dalam rangka pendidikan sepanjang hayat yang tidak ada batasannya, sesuai dengan kebutuhannya, relevansi dengan pembangunan masyarakat, dan dapat memberikan awwasan untuk masa depan.

Satuan Pendidikan Non Formal terdiri dari lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim serta satuan pendidikan sejenis yang ditujukan untuk mengembangkan kemmapuan kita.

Dari Penjelasan Diatas, kita terfokus kepada Satuan Pendidikan Non Formal Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Apa itu LKP?

Menurut UU No 20 Tahun 2003 Pasal 26 Ayat (5) Lembaga Kursus dan Pelatihan adalah salah satu bentuk satuan pendidikan non formal yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap, untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, dan/atau untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Lembaga kursus dan Pelatihan pendidikan non formal yang diselenggarakan ini ditujukan bagi warga masyarakat yang memerlukan untuk mengembangkan diri, mengembangkan kemampuan penguasaan keterampilan, pengembangkan sikap dan dapat melibatkan kognitif, afektif dan psikomotorik. Contoh dari LKP yaitu, Memasak, Komputer, Desain Grafis, Menjahit, Bahasa Asing, Musik, dan sebagainya. LKP yang dimaksud disinipun tidak kalah penting dengan satuan lainnya, karena agar bisa diikuti oleh kita dan dapat mengimplementasikannya setelah mengikuti LKP ini, Karena masyarakat yang mengikuti LKP mempunyai tujuan yang berbeda-beda seperti, mengisi waktu luang, dan sebagainya.

Bagaimana Penyelenggaraan LKP?

Adapun Menurut PP No. 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan bahwa kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat dalam rangka mengembangkan kepribadian profesional dan meningkatkan kompetensi vokasional. LKP biasanya diselenggarakan dalam waktu yang singkat namun untuk proses pembelajarannya terfokus pada peningkatan kompetensi keterampilan dibidang tertentu. Masing-Masing LKP yang diikuti ada juga yang Mendapatkan sertifikat jika Lembaganya sudat terakreditasi. namun melaksanakan adanya LKP bisa melihat dalam 8 Ciri PNF seperti, Tujuan, Waktu, Persyaratan Peserta didik, isi program, program pembelajaran, proses pembelajaran, hasil pembelajaran, dan pengawasan. selain itu dapat memanajemankan tahap-tahap penyelengaraan atau pelaksaan LKP seperti dilakukannya Analisis situasi, penentuan strategi, pemilihan strategi, penentuan rencana aksi, sehingga ini dapat dijadikan suatu patokan untuk melaksanakannya LKP. Namun setiap LKP Pasti Mempunyai Tujuan, visi, misi, dan peraturan yang berbeda namun tetap tujuan utamanya agar dapat membantu kebutuhan kita atau masyarakat yang di inginkan.

Kesimpulan, Bahwa pendidikan yang didapatkan dari manapun sangar berarti untuk kita, dari jalur pendidikan formal, jalur pendidikan informal maupun jalur pendidikan non formal. Namun untuk pendidikan jalur non formal dibentuk untuk masyarakat yang dalam segi kurangnya ekonomi, yang ketinggalan dalam pendidikan. di dalam Jalur Pendidikan Non Formal ada juga satuan Lembaga Kursus dan Pelatihan dielenggarakan untuk masyarakat yang membutuhkan meningkatkan potensi dirinya, mengisis waktu luang dan sebagainya.

WeCreativez WhatsApp Support
Admin Kami akan menjawab semua pertanyaan anda. Silahkan Tanya.