Kognitif adalah proses menjelaskan aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, dan pengolahan informasi untuk memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan, atau yang berhubungan dengan psikologis berkaitan bagaimana seseorang dapat mempelajari, memperhatikan, menilai dan memikirkan lingkungan.

Apa kalian tahu, untuk apa perkembangan kognitif pada peserta didik?

Perkembangan Kognitif yaitu aspek yang penting untuk mempengaruhi perkembangan pada peserta didik, karena berhubungan dengan berpikir. Mungkin dikehidupan sehari-hari peserta didik dituntutkan atau dihadapkan dengan persoalan yang harus mengetahui cara penyelesainnya. Berpikir disini yaitu peserta didik akan berpikir berpikir lebih luas mengenai pengetahuan, menata dan menggolah informasi, memecahkan masalah, menimbang, menguraikan  dan sebagainya. Namun antara peserta didik satu dengan peserta didik lainnya mengalami proses kognitif yang sama namun kemampuannya yang berbeda-beda. Begitu pula dengan keterampilan kognitifnya.

Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik

Pengaruhnya ada 2 Faktor Utama yaitu, Hereditas dan Lingkungan. Kedua Faktor itu tidak dapat terpisah secara sendiri-sendiri, melainkan terhubung satu sama lain. Pertama, Faktor Hereditas bisa terjadi semenjak dalam kandungan, anak Memiliki sifat-sifat menentukan daya dalam kemampuan kerjanya. Kedua, Faktor lingkungan ini sangat besar perannya yaitu sekolah maupun rumah keluarga. Di rumah dapat dilakukan oleh keluarga memberikan mengenai informasi atau pengalaman yang berhubungan dengan bidang kehidupan. Namun jika disekolah, guru menentukan perkembangan kognitif anak. Karena semakin banyak stimulasi yang diberikan maka akan semakin berkembang kognitif peserta didik.

Maka dari itu Guru, pamong, maupun yang bersangkutan dengan sekolah, lembaga, dan Keluarga harus bertanggung jawab dalam pembelajaran pendidikan memberikan dan mengarahkan peeserta didik.

Dalam memberikan informasi, peserta didik dapat mengambil pembelajaran proses untuk menerima informasi ke dalam memori, mengingat, dan mengaplikasikannya di kemudian hari. Jelas terdapat proses kognitif seperti persepsi, atensi, memori..

Adapun Konsep untuk Kemampuan Kognitif anak yang terkait dalam perkembangan proses kognitifnya yang telah disebutkan tadi yaitu: memori, persepsi, atensi.

Pertama, Memori

Sistem kognitif mansia yang mempunyai fungsi penyimpanan informasi/pengetahuan, adapaun type memori dibagi 3 :

    • Memori Sensoris, komponen sistem indrawi untuk melihat, mendengar, merasakan, dan mencium. Kegunaan Indrawi ini hanya bertahan seperampat detik.
    • Memori jangka pendek, peyimpanan informasi sistem kapasitas terbatas, dapat dipertahankan 30 detik, kecuali informasinya diulang-ulang.
    • Memori jangka panjang, tipe memori yang kapasitasnya banyak dalam rentang waktu lama/permanen

    Kedua, Persepsi

    Suatu proses pengetahuan dimiliki untuk memperoleh dan mengintrepesi stimulus yang diterima sistem alat indera manusia, dalam proses kognitif dapat menghasilkan suatu gambaran yang unik tentang realitas barangkali berbeda dengan faktanya. Persepsi disini bisa meliputi interaksi yang rumit karena melibatkan 3 komponen, seleksi, penyusunan, dan penafsiran.

    Ketiga, Atensi (perhatian)

    Pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan maupun proses kognitif lainnya.  pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari pengindraan, ingatan maupun proses kognitif lainnya.

    Selain itu juga, terdapat keterampilan kognitif, yaitu kemampuan menata dan menggunakan pikiran dalam mengolah informasi, baik belajar maupun tidak perkembangan keterampilan kognitif meliputi kemampuan metakognitif, stategi kognitif, gaya kognitif dan pemikiran kritis.

    1. Metakognitif

    McDevitt dan Ormrod menyebutkan Pengetahuan yang manusia miliki tentang proses kognitif diri mereka sendiri dan juga pada proses kognitif tertentu yang digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan daya ingat. Bisa dikatakan bahwa Metakognitif adalah kesadaran seseorang untuk mengontrol pembelajaran yang dipelajarinya.

      Kesadaran diisini yaitu peserta didik mampu dalam berpikir apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui serta tahu apa yang akn dilakukan ketika tidak tahu. Dalam pembelajaran ini peserta didik dapat mengetahui apa belajar itu, untuk apa belajar, dan peserta didik mampu mengaplikasinnya, yang telah dipelajari dengan kesadaran diri yang akan menguntungkan bagi guru maupun yang lain denagn strategi yang akan dilakukannya.

      2. Strategi Kognitif

      Strategi kognitif merupakan proses berpikir induksi. Seseorang belajar untuk membuat suatu gagasan yang berdasarkan fakta atau prinsip yang diketahuinya. Demikian pendapat tersebut dikemukakan oleh Bell Greader pada tahun 1986 (dalam pannen 1997:3-4). Namun Strategi kognitif merupakan suatu cara yang dilakukan oleh peeserta didik untuk mempelajari materi atau mendapat pemahaman yang mendalam tentang sebuah materi, dengan tujuan memperoleh informasi atau keterampilan yang berkaitan dengan agensi, tujuan dan instrument persepsi.

      Jadi, strategi kognitif ini untuk menilai sejauh mana peserta didik dapat memahami pembelajaran yang telah dipelajari untuk diaplikasikannya dikehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menggunakan strategi kapan, bagaimana dan dimana untuk memecahkan masalah.

      3. Gaya Kognitif

      Gaya kognitif adalah karakteristik individu dalam penggunaan fungsi kognitif (berfikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi dan memproses informasi, dan seterusnya) yang bersifat konsisten dan berlangsung lama. Mungki dalam melakukan gaya kognitif ini ada yang memberikan respons lebih cepat dan lebih lambat karena disesuaikan dengan diri sendiri. Gaya kognitif merupakan pola yang terbentuk dari cara individu memproses informasi, yang cenderung stabil dan dicapai dalam jangka waktu yang cukup lama, meskipun ada kemungkinan untuk berubah

      4. Pemikiran Kritis

      Pemikiran kritis merupakan kemapuan untuk berpikir secara logis, berpikir lebih dalam dan terbuka, untuk diaplikasikan dalam menilai situasi dan kondisi agar dapat membuat keputusan yang baik. tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber (lisan atau tulisan), serta berpikir secara reflektif ketimbang hanya menerima ide-ide dari luar tanpa adanya pemahaman.

      Referensi

      https://www.lamaccaweb.com/2021/06/27/komponen-keterampilan-kognitif-peserta-didik/2/ , diakses 22 Agustus 2023

      https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/metakognitif/ , diakses 22 Agustus 2023

      https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor-e/article/download/742/541/#:~:text=b)%20Strategi%20kognitif%20merupakan%20proses,1997%3A3%2D4). Diakses 22 Agustus 2023https://eprints.umm.ac.id/70180/3/BAB%202.pdf, diakses 22 Agustus 2023